Dot merasa dirinya tidak cukup kuat sebagai Pelatih untuk ikut bertarung bersama-sama demi melenyapkan Inti Laquium, meski kawan-kawannya tidak sependapat. Mistika menyadari bahwa Quaxwell masih terus berlatih keras. Dia pun menegur Dot yang keburu menyerah. Mampukan Mistika meyakinkan Dot untuk memikirkan perasaan Quaxwell?